Jumat, 07 Juni 2013

Membuat Kerajinan Tangan dari Limbah Sisik Ikan


Membuat Kerajinan Tangan dari Limbah Sisik Ikan

Indonesia adalah negara maritim yang dua pertiga wilayahnya terdiri atas perairan. Inilah yang membuat produksi ikan negara kita melimpah. Tahun lalu saja, menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi olahan ikan Indonesia mencapai 4,58 juta ton. Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi olahan ikan meningkat 6,6 persen, yakni 4,8 juta ton.
Dari jumlah ikan sebanyak itu, semuanya pasti memiliki sisik. Sementara daging ikannya dikonsumsi manusia, sisik-sisiknya hanya memenuhi tempat pembuangan sampah. Tidak hanya mencemari lingkungan, sisik-sisik yang dibiarkan membusuk juga bisa mengganggu kesehatan.
Padahal sebenarnya, limbah itu bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi jika kita bisa mengolahnya. Sisik-sisik ini bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan aksesori yang cantik dan menarik seperti anting-anting, cincin, kalung, bros, dan gelang. Hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Menarik bukan? Siapa sangka semua aksesori menawan ini terbuat dari limbah sisik ikan. Untuk membuatnya ternyata tidak terlalu sulit. Pertama-tama, pilih sisik ikan yang masih segar lalu disaingi. Kedua, segera lakukan pencucian sebelum sisik ikan menjadi bau. Ketiga, pastikan pencucian sisik ikan benar-benar bersih hingga tidak ada lagi lendir yang masih menempel. Ini untuk menghindari munculnya jamur setelah sisik menjadi perhiasan atau aksesori. Yang perlu diperhatikan, jangan mengeringkan sisik di bawah sinar matahari. Ini karena bisa membuat sisik ikan melengkung dan sulit untuk dibentuk.
Setelah sisik siap dirangkai, terlebih dulu buat pola atau model dari aksesori yang ingin dibuat untuk mempermudah pekerjaan. Ini mengingat sisik yang sudah dilem sulit untuk dilepas lagi. Penyimpanan bahan sisik ini juga perlu diperhatikan. Jika tidak digunakan, simpan sisik-sisik ini ke dalam kotak yang kering dan bersih. Jika sisik ikan sudah mulai mengeras, lakukan perendaman terlebih dahulu sebelum dirangkai untuk membuat aksesori. Perendaman ini biasanya dilakukan dengan menggunakan air dingin selama sekitar satu jam. Setelah agak lemas, sisik ikan baru bisa dibentuk sesuai selera. Untuk memberi variasi warna setelah warna dasar, kita dapat menggunakan cat semprot dan bahan cat lainnya.
Adapun jenis sisik yang bisa digunakan biasanya berasal dari ikan besar seperti kakap, gabus, dan nila. Tapi tidak menutup kemungkinan ikan kecil tidak bisa digunakan untuk membuat perhiasan. Sebagai variasi, kita tentu membutuhkan ukuran sisik yang kecil untuk mempercantik aksesori.
Sebelum memulai merangkai sisik menjadi berbagai aksesori nan cantik, persiapkan dulu peralatannya seperti gunting, tang dengan ujung panjang dan lancip, serta berbagai jenis lem, baik lem bakar maupun lem cair.
Yang paling penting dalam pembuatan kerajinan tangan dari limbah sisik ikan ini adalah kreativitas. Jika kita mampu berkreasi semaksimal mungkin, aksesori yang kita hasilkan akan semakin menarik. Jadi, berani menerima tantangan menjadikan limbah sisik ikan sebagai produk menawan sekaligus untuk berpartisipasi dalam gerakan ramah lingkungan?
Sumber: Dikembangkan dari buku Terampil Membuat Aksesori dari Sisik Ikan karya Lilly T. Erwin terbitan PT Gramedia Pustaka Utama

0 komentar:

Poskan Komentar